Tiga prajurit TNI ditemukan tewas setelah banjir dan longsor melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatera Barat. Peristiwa tragis ini terjadi saat hujan ekstrem mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari enam jam sehingga memicu kenaikan debit sungai serta pergerakan tanah di lereng-lereng perbukitan.
Ketiga prajurit tersebut sedang berada di lapangan untuk membantu proses evakuasi warga yang rumahnya terendam banjir. Saat air tiba-tiba meluap dan material tanah longsor bergerak cepat, para prajurit terseret arus deras dan tertimbun runtuhan tanah.
Detik-Detik Kejadian
Menurut laporan awal tim gabungan, rombongan prajurit TNI sedang melakukan patroli untuk memastikan jalur evakuasi aman. Namun, sekitar pukul 23.40 WIB, hujan intensitas tinggi memicu runtuhan tebing di kawasan Kuranji dan Pauh. Material longsor menutup jalur dan menghantam titik lokasi para prajurit bertugas.
Dua korban pertama ditemukan pada aliran sungai yang berjarak hampir satu kilometer dari lokasi awal. Keduanya terseret arus banjir yang meningkat mendadak dan membawa batang pohon serta lumpur pekat. Sementara itu, korban ketiga ditemukan tertimbun material longsor sekitar empat jam setelah operasi pencarian dilakukan.
Upaya Pencarian dan Evakuasi
Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan setempat mengerahkan lebih dari 150 personel untuk proses pencarian. Peralatan seperti ekskavator ringan, drone thermal, dan lampu sorot malam digunakan untuk mempercepat identifikasi lokasi korban.
Medan yang licin dan arus sungai yang masih deras sempat menghambat operasi. Meski begitu, seluruh korban berhasil dievakuasi pada pagi hari dan dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Pernyataan Resmi dari TNI
Pihak TNI menyampaikan belasungkawa mendalam dan menegaskan bahwa ketiga prajurit tersebut gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan. Komando daerah memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban, termasuk penyiapan upacara militer.
“Mereka adalah prajurit terbaik yang gugur dalam tugas membantu masyarakat. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya,” demikian pernyataan resmi yang dirilis Kodam I/Bukit Barisan.
Peringatan Cuaca Ekstrem BMKG
BMKG Padang Panjang sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan lebat, angin kencang, dan risiko banjir bandang. Kondisi atmosfer di wilayah Sumatera Barat sedang dipengaruhi oleh suhu laut hangat dan aktivitas monsun Asia yang menguat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terutama di kawasan rawan longsor dan di sepanjang bantaran sungai. Pemerintah daerah juga membuka posko darurat di beberapa lokasi untuk warga yang membutuhkan tempat aman.
Dampak Bencana di Padang
Selain menelan korban jiwa, banjir dan longsor tersebut merusak puluhan rumah, memutus akses transportasi di beberapa kecamatan, serta menyebabkan jaringan listrik padam di sebagian wilayah. Pemerintah Kota Padang menetapkan status tanggap darurat hingga situasi kembali stabil.
Relawan dan warga setempat mulai membersihkan area terdampak, sementara alat berat dikerahkan untuk membuka kembali jalur yang tertutup longsor.




